Selasa, 25 Oktober 2011

Permasalahan Kanker Pada Wanita


Kanker merupakan musuh setiap wanita. Hal ini memang cukup beralasan karena hampir banyak wanita yang terserang kanker terlebih kanker leher rahim atau kanker serviks. Kanker yang terjadi pada serviks uterus yaitu suatu keganasan yang terletak pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan liang senggama.
Penyebab kamker leher rahim adalah suatu virus HPV (Human Papiloma Virus), yaitu suatu virus yang memiliki doble stranded DNA kecil namum memiliki protein kapsid.
Tanda dan Gejala Kanker leher rahim
Pada beberapa penderita, tidak muncul gejala yang berarti (asimtomatis). Namun beberapa gejala mengarah pada infeksi HPV yang berkembang menjadi kaker serviks antara lain yang patut diwaspasai sebagai berikut :
·         Adanya rasa sakit setelah berhubungan intim
·         Perdarahan pada saat senggama
·         Timbulnya lender yang lebih banyak dan berbau di jalan lahir
·    Timbulnya perdarahan setelah hubungan bada pada pasangan yang telah menopause.
Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
Salah satu metode deteksi dini yang telah dipakai lebih dari 60 tahun adalah Pap smear test. Metode deteksi dengan mengambil apus servik ini diperkenalkan pertama kali oleh dr George Papanicolou di tahun 1943. Metode ini cukup sensitive dan spesifik dibandingkan dengan metode lain seperti fluoresen, IR dan cervicograph.
Pap test sebaiknya dilakukan tiap 2 tahun sekali, kecuali dalam kasus khusus harus dilakukan lebih sering (missal pemakai IUD). Sejak seorang wanita telah aktif secara seksual, maka harus segera melakukan test ini. Dokter akan mengambil sel di servik dengan menggunakan speculum untuk membuka servik, dan spatula untuk mengambil apus servi. Sel kemudian ditempatkan di gelas obyek, untuk diperiksa secara mikroskopi. Beberapa kemungkinan dalam pap tes : unsatisfactory (maka harus dilakukan ulangan setelah 6 minggu), ditemukan infeksi/inflamasi, atau adanya atypia. Maka sebaiknya untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang memuaskan, harus dilakukan sekitar 1-2 minggu setelah menstruasi selesai. Pada saat pengambilan specimen, memang ada sedikit rasa tidak nyaman dan nyeri. Namun janganlah hal ini menjadikan ketakutan bagi kaum wanita, karena mengingat bergunanya tes ini demi kelangsungan hidup kita.


Penatalaksanaan Kanker Leher Rahim

Operasi,
yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
Radioterapi
yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Hal- hal yang harus dilakukan untuk menghindari kanker leher rahim

Jika Pernah Hubungan Seksual
Lakukan Paps smear test secara teratur setiap dua tahun dan dilakukan sampai berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter akan menyarankan untuk melakukan Papsmear test lebih sering.
Jika terdapat gejala yang tidak normal (perdarahan setelah coitus)
Segera temui dokter dan konsultasikan agar mendapat threatmen atau terapi sesuai dengan diagnose yang ada. Kemungkinan jika hal ini terjadi maka dokter menyarankan untuk dilakuakannya operasi.
Hindari Merokok
Menurut data statistic bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tingi jika wanita merokok.

1 komentar:

  1. terimakasih banyak untuk pembahasannya ini sangat membantu

    http://herbalkuacemaxs.com/pengobatan-herbal-kanker-serviks/

    BalasHapus