Kanker merupakan musuh setiap wanita. Hal ini memang
cukup beralasan karena hampir banyak wanita yang terserang kanker terlebih
kanker leher rahim atau kanker serviks. Kanker yang terjadi pada serviks uterus yaitu suatu
keganasan yang terletak
pada organ reproduksi
wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim
dengan liang senggama.
Penyebab
kamker leher rahim adalah suatu virus HPV (Human Papiloma Virus), yaitu suatu
virus yang memiliki doble stranded DNA kecil namum memiliki protein kapsid.
Tanda dan Gejala Kanker
leher rahim
Pada
beberapa penderita, tidak muncul gejala yang berarti (asimtomatis). Namun
beberapa gejala mengarah pada infeksi HPV yang berkembang menjadi kaker serviks
antara lain yang patut diwaspasai sebagai berikut :
·
Adanya rasa sakit
setelah berhubungan intim
·
Perdarahan pada saat
senggama
·
Timbulnya lender yang
lebih banyak dan berbau di jalan lahir
· Timbulnya perdarahan
setelah hubungan bada pada pasangan yang telah menopause.
Deteksi Dini
Kanker Leher Rahim
Salah
satu metode deteksi dini yang telah dipakai lebih dari 60 tahun adalah Pap
smear test. Metode deteksi dengan mengambil apus servik ini diperkenalkan
pertama kali oleh dr George Papanicolou di tahun 1943. Metode ini cukup
sensitive dan spesifik dibandingkan dengan metode lain seperti fluoresen, IR
dan cervicograph.
Pap
test sebaiknya dilakukan tiap 2 tahun sekali, kecuali dalam kasus khusus harus
dilakukan lebih sering (missal pemakai IUD). Sejak seorang wanita telah aktif
secara seksual, maka harus segera melakukan test ini. Dokter akan mengambil sel
di servik dengan menggunakan speculum untuk membuka servik, dan spatula untuk
mengambil apus servi. Sel kemudian ditempatkan di gelas obyek, untuk diperiksa
secara mikroskopi. Beberapa kemungkinan dalam pap tes : unsatisfactory (maka
harus dilakukan ulangan setelah 6 minggu), ditemukan infeksi/inflamasi, atau
adanya atypia. Maka sebaiknya untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang
memuaskan, harus dilakukan sekitar 1-2 minggu setelah menstruasi selesai. Pada
saat pengambilan specimen, memang ada sedikit rasa tidak nyaman dan nyeri.
Namun janganlah hal ini menjadikan ketakutan bagi kaum wanita, karena mengingat
bergunanya tes ini demi kelangsungan hidup kita.
Penatalaksanaan
Kanker Leher Rahim
Operasi,
yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya
uterus beserta leher rahimnya.
Radioterapi
yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat
dilakukan secara internal maupun eksternal.
Hal- hal yang
harus dilakukan untuk menghindari kanker leher rahim
Jika Pernah
Hubungan Seksual
Lakukan Paps smear test secara teratur setiap dua tahun dan
dilakukan sampai berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter akan
menyarankan untuk melakukan Papsmear test lebih sering.
Jika
terdapat gejala yang tidak normal (perdarahan setelah coitus)
Segera temui dokter dan konsultasikan agar mendapat threatmen atau
terapi sesuai dengan diagnose yang ada. Kemungkinan jika hal ini terjadi maka
dokter menyarankan untuk dilakuakannya operasi.
Hindari Merokok
Menurut data statistic bahwa resiko terserang kanker leher rahim
akan menjadi lebih tingi jika wanita merokok.
terimakasih banyak untuk pembahasannya ini sangat membantu
BalasHapushttp://herbalkuacemaxs.com/pengobatan-herbal-kanker-serviks/